Headlines News :

Cari di sini

Home » » Ayo Salat Berjamaah!

Ayo Salat Berjamaah!

Written By Mochamad Fahmi on Jumat, 01 November 2013 | 10.46



1.    Pengertian Salat Berjamaah
Tahukah kamu apakah salat berjamaah itu? Salat berjamaah adalah salat yang dikerjakan oleh dua orang atau lebih secara bersama-sama dan salah seorang dari mereka menjadi imam, sedangkan yang lainnya menjadi makmum.
Nah, salat lima waktu yang kita lakukan sangat diutamakan untuk dikerjakan secara berjamaah, bukan sendiri-sendiri (munfarid).

Hukum salat wajib berjamaah adalah sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Bahkan, sebagian ulama mengatakan hukum salat berjamaah adalah fardu kifayah.
Keutamaan salat berjamaah bila dibandingkan salat munfarid adalah dilipatkan 27 derajat. Hadis Rasulullah saw.:


“Diriwayatkan Ibnu Umar, Rasulullah saw. bersabda, “salatberjamaah lebih utama dibandingkan şalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.”(H.R. Bukhari dan Muslim)

Keistimewaan lain bagi orang yang rajin salat berjamaah adalah akan dibebaskan oleh Allah Swt. dari api neraka. Perhatikan keterangan dari hadis berikut ini.
“Diriwayatkan Anas bin Malik r.a., dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, sesungguhnya beliau bersabda: “Barang­siapa salat di masjid dengan berjamaah selama empat puluh malam, dan tidak pernah tertingggal pada rakaat pertama dari salat Isya, maka Allah akan membebaskan baginya dari api neraka.” (H.R. Ibnu Majah).

2.    Syarat Sah Salat Berjamaah
Salat berjamaah sah apabila memenuhi syarat sebagai berikut.
a.  Ada imam.
b.  Makmum berniat untuk mengikuti imam.
c.   salat dikerjakan dalam satu majelis.
d.  salat makmum sesuai dengan salatnya imam (menurut pendapat yang lain: salat makmum tidak harus sesuai dengan salat imam).

Kedudukan imam dalam salat berjamaah sangat penting. Dia akan menjadi pemimpin seluruh jamaah salat sehingga untuk menjadi imam ada syarat tersendiri.
Syarat menjadi imam adalah:
a)  Mengetahui syarat dan rukun salat, serta perkara yang membatalkan salat,
b)  Fasih dalam membaca ayat-ayat al-Qur'an,
c)  Paling luas wawasan agamanya dibandingkan yang lain,
d)  Berakal sehat,
e)  Balig,
f)   Berdiri pada posisi paling depan,
g)  Seorang laki-laki (perempuan juga boleh jadi imam kalau makmumnya perempuan semua),
h)  Tidak sedang bermakmum kepada orang lain.

Sedangkan syarat-syarat menjadi makmum adalah:
a)  Makmum berniat mengikuti imam,
b)  Mengetahui gerakan salat imam,
c)  Berada dalam satu tempat dengan imam,
d)  Posisinya di belakang imam, dan
e)  Salat makmum hendaknya sesuai dengan salat imam, misalnya imam salat Asar makmum juga salat Asar (menurut pendapat yang lain: salat makmum tidak harus sesuai dengan salat imam).

3.    Makmum Masbuq dan Makmum Muwafiq
Makmum Masbμq adalah makmum yang tidak sempat membaca surat al-Fatihah bersama imam di rakaat pertama. Lawan katanya adalah makmum muwafiq, yakni makmum yang dapat mengikuti seluruh rangkaian salat berjamaah bersama imam.

Jika kalian dalam kondisi ketinggalan berjamaah seperti ini, perlu kecermatan dalam tata cara menghitung jumlah rakaat. Untuk itu, perhatikan beberapa ilustrasi peristiwa berikut. Penjelasan ini sangat penting, siapa tahu kalian pernah mengalaminya:

Ilustrasi 1:
Pada saat makmum datang untuk berjamaah salat Asar, imam masih berdiri pada rakaat pertama. Makmum berniat, takbiratul ihram, dan membaca. Namun, sebelum selesai membaca al-Fatihah imam rukuk, maka dalam keadaan ini makmum harus segera rukuk mengikuti imam tanpa harus menyelesaikan bacaan al-Fatihah. Makmum semacam ini masih dinyatakan mendapatkan seluruh rakaat bersama imam. Jadi, Pada saat imam menutup salat dengan salam, makmum tersebut ikut salam.

Ilustrasi 2:
Pada saat makmum datang untuk berjamaah salat Asar, imam sedang rukuk untuk rakaat pertama. Makmum berniat, takbiratul ihram, dan membaca al-Fatihah meskipun hanya satu ayat. Lalu, makmum segera rukuk mengikuti imam tanpa harus menyelesaikan bacaan al-Fatihah. Makmum semacam ini masih dinyatakan mendapatkan seluruh rakaat bersama imam. Jadi, pada saat imam menutup şalat dengan salam, makmum tersebut ikut salam.

Ilustrasi 3:
Pada saat makmum datang untuk berjamaah salat asar, imam sedang i‘tidal atau sujud untuk rakaat pertama. Makmum berniat, takbiratul ihram, dan langsung i‘tidal atau sujud bersama imam. Pada saat imam menutup salat dengan salam, makmum berdiri lagi untuk menambah kekurangan rakaat yang belum selesai.

4.    Halangan Salat Berjamaah
Salat berjamaah dapat ditinggalkan, kemudian melakukan salat sendirian (munfarid). Faktor yang menjadi halangan itu adalah
a.  Hujan yang mengakibatkan susah menuju ke tempat salat berjamaah,
b.  Angin kencang yang sangat membahayakan,
c.   Sakit yang mengakibatkan susah berjalan menuju ke tempat salat berjamaah,
d.  Sangat ingin buang air besar atau buang air kecil,
e.  Berada di hadapan hidangan yang sudah siap tersaji,
f.    Karena baru makan makanan yang baunya sukar dihilangkan, seperti bawang, petai, dan jengkol.


5.    Cara Melaksanakan Salat Berjamaah
a)  Salat berjamaah diawali dengan adzan dan iqamah, tetapi kalau tidak memungkinkan cukup dengan iqamah saja.
b)  Barisan salat  (Saf) di belakang imam diisi oleh jamaah laki-laki, sementara jamaah perempuan berada di belakangnya.
c)  Di dalam melaksanakan salat  berjamaah seorang imam membaca bacaan salat  ada yang nyaring (jahr) dan ada yang dilirihkan (sir).
Bacaan yang dinyaringkan adalah:
1)  Bacaan takbiratul ihram, takbir intiqal, tasmi’, dan salam;
2)  Bacaan al-Fatihah dan ayat-ayat al-Qur'an pada dua rakaat pertama salat  Magrib, Isya, dan Subuh. Begitu juga dengan salat  Jumat, gerhana, istisqa’, ’idain (dua hari raya), Tarawih dan Witir;
3)  Bacaan amin bagi imam dan makmum setelah imam selesai membaca al-Fatihah yang dinyaringkan.
d)  Makmum harus mengikuti gerakan imam dan tidak boleh mendahului gerakan imam;
e)  Setelah salam, imam membaca źikir dan doa bersama-sama dengan makmum atau membacanya sendiri-sendiri.


6.    Hikmah Salat Berjamaah

Perbandingan pahala antara salat  sendirian dan dengan salat  berjamaah, yaitu satu berbanding 27 derajat. Hal ini karena salat  berjamaah memiliki keutamaan, yaitu:
a)    menjalin silaturahmi antar sesama;
b)    mengajarkan hidup disiplin, saling mencintai, dan menghargai;
c)    menjaga persatuan, kesatuan, dan kebersamaan;
d)    menahan dari kemauan sendiri (egois);
e)    mengajarkan kepatuhan seorang muslim kepada pimpinannya.

Sikap kecintaan kepada salat  berjamaah dapat diwujudkan melalui perilaku sebagai berikut.
a)    Ketika masuk waktu şalat segera menuju ke masjid dan mengumandangkan atau mendengarkan adzan.
b)    Ketika mendengar adzan segera menuju masjid.
c)    Mengajak teman-temannya untuk salat  berjamaah.
d)    Suka menjalin tali silaturahmi antara sesama di masjid.
e)    Senang mendatangi majelis taklim untuk menuntut ilmu agama.
f)     Tidak suka membeda-bedakan status sosial seseorang, karena kedudukannya sama dihadapan Allah Swt.
g)    Taat kepada pimpinan selama tidak melakukan kesalahan. Apabila pimpinan salah kita wajib mengingatkan ke jalan yang benar, temasuk di dalam taat kepada kedua orang tua dan guru.
h)   Menjaga persatuan dan kesatuan.




Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Merajut Ukhuwah, Menuai Rahmah - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template